Perpustakaan FKIK Unram

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of HUBUNGAN PERSIAPAN PENYELAMAN DENGAN KEJADIAN ACUTE
DYSBARIC DISORDER (ADD) PADA NELAYAN PENYELAM
TRADISIONAL DI DAERAH SEKOTONG, LOMBOK BARAT
Penanda Bagikan

Text

HUBUNGAN PERSIAPAN PENYELAMAN DENGAN KEJADIAN ACUTE DYSBARIC DISORDER (ADD) PADA NELAYAN PENYELAM TRADISIONAL DI DAERAH SEKOTONG, LOMBOK BARAT

Jannatul Cahya Admiyanti - Nama Orang;

ABSTRAK
HUBUNGAN PERSIAPAN PENYELAMAN DENGAN KEJADIAN ACUTE
DYSBARIC DISORDER (ADD) PADA NELAYAN PENYELAM TRADISIONAL
DI DAERAH SEKOTONG, LOMBOK BARAT
Jannatul Cahya Admiyanti, Ida Ayu Eka Widiastuti, Didit Yudhanto
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram
Latar Belakang: Acute Dysbaric Disorder (ADD) merupakan sekumpulan gangguan
yang terjadi akibat tubuh yang tidak dapat beradaptasi terhadap perubahan lingkungan
saat menyelam yang mencangkup Decompression Sickness (DCS), barotrauma, narkosis
nitrogen, dan Arterial Gas Embolism (AGE). Prevalensi ADD cukup tinggi pada nelayan
penyelam tradisional dan akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penyelam
tradisional, terutama pada daerah pesisir seperti Sekotong, Lombok Barat dengan
aktivitas penyelaman masih dilakukan tanpa pelatihan formal dan peralatan sederhana.
Faktor risiko terkait dengan persiapan sebelum penyelaman seperti: frekuensi menyelam
yang tinggi, pengalaman menyelam tanpa adanya edukasi formal mengenai penyelaman
yang memadai, kebiasaan merokok, serta penggunaan alat selam yang tidak sesui dengan
standar, turut meningikatkan risiko kejadian ADD.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko terkait
dengan persiapan penyelaman dengan kejadian ADD pada nelayan penyelam tradisional
di daerah Sekotong Lombok Barat.
Metode: Penelitian ini memggunakan desain penelitian cross-sectional dengan
pendekatan kuantitatif analtik dan teknik pengambilan sampel purposive sampling, yaitu
pemilihan sampel secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan
peneliti. Jumlah responden dalam peneltian ini adalah 29 orang nelayan penyelam
tradisional. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan dianalisis secara statistik
menggunakan uji Chi-Square sesuai dengan syarat uji.
Hasil: Seluruh responden adalah laki-laki (100%), dengan 19 responden (65,5%) berusia
diatas 35 tahun, dan 18 orang (62,1%) memiliki indeks massa tubuh normal. Gejala yang
paling sering dialami oleh responden adalah kelelahan (82,8%), diikuti pusing (72,4%),
sakit kepala (72,4%), nyeri sendi (48,3%), dan ruam kulit (41,4%). Pada uji Chi-Square
ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian ADD dengan
frekuensi menyelam ? 3 kali per minggu (p=0,004), pengalaman menyelam (p=0,009),
dan kebiasaan merokok (p=0,006). Penggunaan alat selam tidak standar juga
berkonstribusi terhadap kejadian ADD meskipun tidak signifikan secara statistik
(p=0,188).
Kesimpulan: Faktor persiapan penyelaman seperti frekuensi menyelam tinggi,
pengalaman menyelam tanpa edukasi formal tentang penyelaman, serta kebiasaan
merokok berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya ADD. Penggunaan alat selam
yang tidak sesuai standar menunjukkan kostribusi terhadap kejadian ADD, namun tidak
memberikan hasil yang signifikan secara statistik.
Kata Kunci: Acute Dysbaric Disorder, penyelam tradisional, faktor risiko sebelum
penyelaman, persiapan penyelaman.16
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP BETWEEN DIVING PREPARATION AND THE
OCCURRENCE OF ACUTE DYSBARIC DISORDER (ADD) AMONG
TRADITIONAL DIVER FISHERMEN IN THE SEKOTONG AREA, WEST
LOMBOK
Jannatul Cahya Admiyanti, Ida Ayu Eka Widiastuti, Didit Yudhanto
Faculty of Medicine, University of Mataram
Background: Acute Dysbaric Disorder (ADD) is a group of disorders that occur when
the body is unable to adapt to environmental changes during diving, including
Decompression Sickness (DCS), barotrauma, nitrogen narcosis, and Arterial Gas
Embolism (AGE). The prevalence of ADD is quite high among traditional diver fishermen
and is expected to increase as the number of traditional divers grows, particularly in
coastal areas like Sekotong, West Lombok, where diving activities are still conducted
without formal training and using basic equipment. Risk factors related to pre-diving
preparation include: high diving frequency, diving experience without adequate formal
education on diving, smoking habits, and the use of diving equipment that does not meet
standards, all of which contribute to an increased risk of ADD incidents.
Objective: This study aims to determine the relationship between risk factors related to
diving preparation and the incidence of ADD among traditional divers in the Sekotong
area of West Lombok.
Method: This study used a cross-sectional research design with a quantitative analytical
approach and purposive sampling technique, which is the deliberate selection of samples
based on specific criteria relevant to the researcher's objectives. The number of
respondents in this study was 29 traditional diver fishermen. Data were collected using
questionnaires and analyzed statistically using the Chi-Square test in accordance with the
test requirements.
Results: All respondents were male (100%), with 19 respondents (65.5%) aged over 35
years, and 18 people (62.1%) had a normal body mass index. The most common symptom
experienced by respondents was fatigue (82.8%), followed by dizziness (72.4%),
headache (72.4%), joint pain (48.3%), and skin rash (41.4%). The Chi-Square test found
that there was a significant association between the incidence of ADD and diving
frequency ? 3 times per week (p=0.004), diving experience (p=0.009), and smoking habit
(p=0.006). The use of non-standard diving equipment also contributed to the incidence of
ADD although not statistically significant (p=0.188).
Conclusion: Dive preparation factors such as high dive frequency, diving experience
without formal diving education, and smoking are associated with an increased risk of
ADD. The use of non-standard diving equipment showed a contribution to the incidence
of ADD, but did not give statistically significant results.
Keywords: Acute Dysbaric Disorder, traditional divers, pre-diving risk factors, diving
preparation.


Ketersediaan
#
Perpustakaan FKIK Unram DTS 610 Jan h 2025
20253136
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
1347
Penerbit
Mataram : FKIK Unram., 2025
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
DTS 610 Jan h 2025
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
KTI 2025
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FKIK Unram
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan FK Universitas Mataram menggunakan Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?