Perpustakaan FKIK Unram

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU DOKTER UMUM
TERHADAP PEMERIKSAAN RETINOPATI DIABETIK PADA PASIEN
DENGAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS WILAYAH PULAU LOMBOK
Penanda Bagikan

Text

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU DOKTER UMUM TERHADAP PEMERIKSAAN RETINOPATI DIABETIK PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS WILAYAH PULAU LOMBOK

I Kadek Ari Sanjaya - Nama Orang;

ABSTRAK
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU DOKTER
UMUM TERHADAP PEMERIKSAAN RETINOPATI DIABETIK PADA
PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS WILAYAH
PULAU LOMBOK
I Kadek Ari Sanjaya, Monalisa Nasrul, Ni Nyoman Geriputri
Latar Belakang: Retinopati diabetik (RD) adalah komplikasi umum diabetes dan
penyebab kebutaan yang dapat dicegah melalui deteksi dini. Dokter umum berperan
penting dalam skrining RD, namun praktik di lapangan sering tidak sesuai dengan
pengetahuan yang dimiliki. Penelitian ini menganalisis hubungan pengetahuan dan
sikap dokter umum dengan perilaku skrining RD di Puskesmas Pulau Lombok.
Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 45 dokter umum yang dipilih
secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan (36
item), sikap (8 item), dan perilaku (8 item). Analisis dilakukan menggunakan uji
korelasi Pearson.
Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (86,6%) dan seluruhnya
bersikap positif terhadap skrining RD, namun hanya 13,3% yang berperilaku baik
dalam melaksanakannya. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara
pengetahuan dan perilaku (r = 0,105; p = 0,494) maupun antara sikap dan perilaku
(r = ?0,111; p = 0,494). Rendahnya praktik dipengaruhi keterbatasan alat (77,7%
tidak memiliki oftalmoskop), minimnya pelatihan (71,1%), tingginya beban kerja,
dan rendahnya kepercayaan diri.
Kesimpulan: Meskipun pengetahuan dan sikap dokter umum baik, perilaku
skrining RD tetap rendah dan tidak berhubungan dengan kedua faktor tersebut.
Perilaku lebih dipengaruhi hambatan struktural dan sistemik. Diperlukan
penyediaan alat, peningkatan pelatihan, serta perbaikan alur rujukan untuk
mengoptimalkan deteksi dini RD.
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Retinopati Diabetik, Dokter Umum,
Puskesmas.viii
ABSTRACT
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND
PRACTICE OF GENERAL PRACTITIONERS REGARDING DIABETIC
RETINOPATHY SCREENING AMONG DIABETES MELLITUS PATIENTS
IN PRIMARY HEALTHCARE CENTERS ON LOMBOK ISLAND
I Kadek Ari Sanjaya, Monalisa Nasrul, Ni Nyoman Geriputri
Background: Diabetic retinopathy (DR) is a common complication of diabetes and a
preventable cause of blindness through early detection. General practitioners (GPs)
play a crucial role in DR screening, yet field practices often do not align with their level
of knowledge. This study analyzed the relationship between knowledge and attitudes
of GPs and their DR screening practices in primary healthcare centers (Puskesmas)
across Lombok Island.
Methods: This cross-sectional study involved 45 GPs selected through purposive
sampling. Data were collected using structured questionnaires assessing knowledge (36
items), attitude (8 items), and practice (8 items). Pearson?s correlation test was used for
data analysis.
Results: Most respondents had good knowledge (86.6%) and all demonstrated positive
attitudes toward DR screening. However, only 13.3% showed good screening practices.
Pearson?s test revealed no significant relationship between knowledge and practice (r
= 0.105; p = 0.494) nor between attitude and practice (r = ?0.111; p = 0.494). Low
implementation of screening was influenced by limited availability of equipment
(77.7% lacked an ophthalmoscope), insufficient training (71.1%), high workload, and
low confidence in interpreting funduscopic findings.
Conclusion: Despite adequate knowledge and positive attitudes, GPs? screening
practices for DR remain low and are not associated with these factors. Screening
behavior is more strongly influenced by structural and systemic barriers. Improving
early detection requires adequate equipment, practical training, and strengthened
referral pathways.
Keywords: Knowledge, Attitude, Practice, Diabetic Retinopathy, General
Practitioners, Primary Healthcare Centers.


Ketersediaan
#
Perpustakaan FKIK Unram DTS 610 Ika h 2026
20263010
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
1358
Penerbit
Mataram : FKIK Unram., 2026
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
DTS 610 Ika h 2026
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
KTI 2026
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FKIK Unram
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan FK Universitas Mataram menggunakan Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?