Perpustakaan FKIK Unram

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of HUBUNGAN ANTARA INDEKS PROLIFERASI (KI67) DENGAN METASTASIS JAUH PADA KANKER PAYUDARA DUKTAL INVASIF DI RSUD NTB TAHUN 2022
Penanda Bagikan

Text

HUBUNGAN ANTARA INDEKS PROLIFERASI (KI67) DENGAN METASTASIS JAUH PADA KANKER PAYUDARA DUKTAL INVASIF DI RSUD NTB TAHUN 2022

Lalu Gde Gilang Alid Hadinata - Nama Orang;

ABSTRAK

Latar belakang : Kematian di dunia saat ini disebabkan paling banyak oleh kanker, penyakit ini hampir menyebabkan 10 juta kematian pada tahun 2020. Salah satu faktor biologis yang berperan dalam progresivitas kanker adalah indeks proliferasi sel yang dapat dinilai melalui ekspresi protein Ki67. Protein Ki67 adalah antigen untuk antibodi monoklonal yang terdeteksi dalam inti sel yang berproliferasi. Protein Ki67 ini dapat menjadi salah satu penentu prognosis dari pasien kanker payudara duktal invasif.

Metode : Analitik kategorik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah minimal 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan data sekunder. Data indeks proliferasi Ki67 diambil melalui file yang tersimpan di laboratorium Patologi Anatomi dan data metastasis jauh dilihat melalui berkas radiologi pasien di instalasi rekam medis. Analisa data univariat untuk menentukan distribusi frekuensi variabel penelitian yaitu indeks proliferasi Ki67 dan metastasis jauh dan karakteristik responden usia, jenis kelamin, alamat, lateralisasi, . Uji hipotesis menggunakan uji Chi Square.

Hasil : Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang dengan jenis kelamin wanita 29 orang (96,7%) dan laki laki 1 orang (3,3%). Sebagian besar subjek penelitian memiliki umur diatas sama dengan 50 orang sebanyak 16 orang (53,3%), dan 14 orang (46,7%). Pada Subjek penelitian terdapat 10 orang yang mengalami metastasis jauh (33.3%) dan 20 orang (66.7%) yang tidak mengalami metastasis jauh. Untuk subjek penelitian indkes proliferasi protein Ki-67 dengan cut off 20% mayoritas memiliki indeks proliferasi protein Ki-67 diatas 20% sebanyak 23 orang (76,7%) dan sebanyak 7 orang (23,3%) dibawah 20%. Untuk daerah asal dari karakteristik subjek disini terdapat 13 orang (43.3%) di luar pulau Lombok, 3 orang tidak diketahui (10%), dan 14 orang di pulau Lombok dengan rincian Kota Mataram terdapat 2 orang (6.7 persen), Lombok Barat 5 orang (16.7%), Lombok Timur 4 orang (13.3%), Lombok Tengah 3 orang (10%) dan Lombok Utara 0 Orang (0%). Pada karakteristik subjek terdapat subjek yang memiliki lateralisasi ke kiri sebanyak 17 orang (56.7%) dan ke kanan 11 orang (36.7%), dan tidak diketahui 2 orang (6.7%). Hasil penelitian ini diperoleh hubungan yang tidak signifikan antara indeks proliferasi protein Ki67 dengan metastasis jauh pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB tahun 2022 (p = 0,657).

Simpulan : Indeks proliferasi ki67 tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian metastasis jauh pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB tahun 2022.

Kata kunci : Indeks proliferasi ki67, kanker payudara duktal invasif, metastasis jauh
























ABSTRACT

Background: Cancer is currently the leading cause of death worldwide, with the disease estimated to cause nearly 10 million deaths in 2020. One biological factor contributing to cancer progression is the cell proliferation index, which can be assessed through Ki67 protein expression. Ki67 is an antigen for monoclonal antibodies detected in the nuclei of proliferating cells. Ki67 protein can be a determinant of prognosis in patients with invasive ductal breast cancer.

Methods: Analytical categories were used with a cross-sectional approach. Purposive sampling was used, with a minimum of 30 respondents. The research instrument used secondary data. Ki67 proliferation index data were obtained from files stored in the Anatomical Pathology Laboratory, and distant metastasis data were obtained from patient radiology files in the medical records facility. Univariate data analysis was used to determine the frequency distribution of the study variables, namely the Ki67 proliferation index and distant metastasis, and the respondent characteristics of age, gender, address, and laterality. Hypothesis testing was carried out using the Chi-square test.

Results: The sample in this study was 30 people with 29 women (96.7%) and 1 man (3.3%). Most of the research subjects were aged above 50, 16 people (53.3%), and 14 people (46.7%). In the research subjects, there were 10 people who experienced distant metastasis (33.3%) and 20 people (66.7%) who did not experience distant metastasis. For the research subjects, the Ki-67 protein proliferation index with a cut-off of 20%, the majority had a Ki-67 protein proliferation index above 20%, as many as 23 people (76.7%) and as many as 7 people (23.3%) below 20%. Regarding the subject's area of origin, 13 (43.3%) were from outside Lombok, 3 were unknown (10%), and 14 were located on Lombok. These were: 2 (6.7%) from Mataram City, 5 (16.7%), 4 (13.3%) from East Lombok, 3 (10%), and 0 (0%) from North Lombok. Regarding the subject characteristics, 17 (56.7%) had left lateralization, 11 (36.7%) from right lateralization, and 2 (6.7%) were unknown. The results of this study revealed an insignificant association between the Ki67 protein proliferation index and distant metastases in breast cancer patients at the West Nusa Tenggara Provincial General Hospital in 2022 (p = 0.657).

Conclusion: The Ki67 proliferation index was not significantly associated with the incidence of distant metastases in breast cancer patients at the West Nusa Tenggara Provincial General Hospital in 2022.
Keywords: Ki67 proliferation index, invasive ductal breast cancer, distant metastases


Ketersediaan
#
Perpustakaan FKIK Unram DTS 610 Lal h 2026
20263012
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
1360
Penerbit
Mataram : FKIK Unram., 2026
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
DTS 610 Lal h 2026
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
KTI 2026
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FKIK Unram
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan FK Universitas Mataram menggunakan Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?