Perpustakaan FKIK Unram

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of UJI SENSITIVITAS BEBERAPA ANTIBIOTIK TERHADAP
PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS ASAL SWAB RONGGA
HIDUNG PENJAMAH MAKANAN DI KANTIN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS MATARAM
Penanda Bagikan

Text

UJI SENSITIVITAS BEBERAPA ANTIBIOTIK TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS ASAL SWAB RONGGA HIDUNG PENJAMAH MAKANAN DI KANTIN LINGKUNGAN UNIVERSITAS MATARAM

Ni Wayan Puspa Wijaya Suryantarini - Nama Orang;

ABSTRAK
UJI SENSITIVITAS BEBERAPA ANTIBIOTIK TERHADAP
PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS ASAL SWAB RONGGA
HIDUNG PENJAMAH MAKANAN DI KANTIN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS MATARAM
Ni Wayan Puspa Wijaya Suryantarini, Nurmi Hasbi, Rahmah Dara Ayunda
Latar belakang: Staphylococus aureus (S. aureus) merupakan bakteri yang dapat
menyebabkan keracunan makanan akibat produksi enterotoksin yang dapat
menular melalui rongga hidung penjamah makanan. Keracunan makanan yang
disebabkan oleh bakteri memerlukan terapi antibiotik. Pemilihan antibiotik yang
tepat mesti memerhatikan peta resistensi, mekanisme kerja, dan efikasi obat.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji sensitivitas serta membandingkan diameter
zona hambat beberapa antibiotik terhadap S. aureus yang diambil dari koleksi
isolat laboratorium hasil swab rongga hidung penjamah makanan di kantin
lingkungan Universitas Mataram.
Metode: Desain penelitian berupa eksperimental analitik berbasis laboratorik
dengan pendekatan posttest only design yang terdiri dari sterilisasi alat dan bahan
dan uji sensitivitas antibiotik teknik difusi cakram. Uji statistik dilakukan dengan
One Way ANOVA dan Post Hoc Test.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata diameter gentamicin, ciprofloxacin,
clindamycin, dan chloramphenicol terhadap pertumbuhan S. aureus masingmasing adalah 17,7 mm, 28,95 mm, 23,58 mm, 23,08 mm dan masih berstatus
sensitif. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan diameter zona
hambat keempat antibiotik (p < .05).
Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa keempat antibiotik dapat digunakan sebagai
tatalaksana infeksi yang disebabkan oleh S. aureus. Berdasarkan diameter zona
hambat, efikasi antibiotik paling tinggi adalah ciprofloxacin, diikuti clindamycin
dan chloramphenicol, lalu gentamicin.
Kata kunci:
Staphylococcus aureus; sensitivitas; antibiotik; diameter zona hambat; efektivitasix
ABSTRACT
ANTIBIOTICS SUSCEPTIBILITY TESTING AGAINTS GROWTH OF
STAPHYLOCOCCUS AUREUS FROM NASAL SWAB AMONG FOOD
HOLDERS IN THE MATARAM UNIVERSITY CANTEEN AREA
Ni Wayan Puspa Wijaya Suryantarini, Nurmi Hasbi, Rahmah Dara Ayunda
Background: Staphylococcal food poisoning is caused by Staphylococcus aureus
(S. aureus) that contaminate food such as through transmission from food
handlers? noses. Bacterial food poisoning requires antibiotic therapy. This study
aims to test the susceptibility and compare the diameter of the inhibition zone of
several antibiotics against S. aureus taken from the collection of isolates from
nasal swabs of food handlers in the canteen of Mataram University.
Method: The study is an experimental analytic based on laboratory with posttest
only approach consisting of sterilization of materials and antibiotic sensitivity
testing with disc diffusion technique. Statistical tests were carried out using One
Way ANOVA and Post Hoc Test.
Result: The results showed the average diameter for gentamicin, ciprofloxacin,
clindamycin, and chloramphenicol were 17.7 mm, 28.95 mm, 23.58 mm, and
23.08 mm, respectively and still categorized as sensitive. Statistical tests showed a
significant difference in the diameter of the inhibition zone of the four antibiotics
(p < .05).
Conclusion: It can be concluded that the four antibiotics are suitable to treat
infections caused by S. aureus. Based on the diameter of the inhibition zone, the
highest antibiotic efficacy was ciprofloxacin, followed by clindamycin and
chloramphenicol, then gentamicin.
Keywords:
Staphylococcus aureus; antibiotic; susceptibility; zone inhibiting diameter;
effectivity


Ketersediaan
#
Perpustakaan FKIK Unram DTS 610 Niw u 2026
20263018
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
1366
Penerbit
Mataram : FKIK Unram., 2026
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
DTS 610 Niw u 2026
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
KTI 2026
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FKIK Unram
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan FK Universitas Mataram menggunakan Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?