Text
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI KLOROFORM PADA DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) TERHADAP Escherichia coli ATCC 25922
ABSTRAK
Latar Belakang: Eschericia coli merupakan bakteri yang sering menjadi penyebab
infeksi dan telah menunjukkan peningkatan resistensi terhadap antibiotik. Hal ini
disebabkan oleh kecepatan penemuan antibiotik sintetis tidak secepat mutasi dari
bakteri sehingga di perlukan antibiotik alternatif untuk mengatasi hal tersebut.
Tanaman daun teh hijau C. sinensis L diketahui mengandung senyawa bioaktif yang
berpotensi sebagai antibakteri. Pemilihan metode ekstraksi, fraksinasi, dan pelarut
yang tepat dapat menarik senyawa bioaktif yang terkandung dalam C.sinensis L.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran aktivitas fraksi
kloroform daun teh hijau C. sinensis L terhadap Escherichia coli ATCC 25922.
Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan rancangan penelitian
post test only with control group design. Metode yang digunakan adalah difusi
cakram dengan konsentrasi 12,5 mg/ml, 50 mg/ml, 100 mg/ml, dan 200 mg/ml,
kontrol positif (Cefotaxime) dan kontrol negatif (DMSO) 10%. Dilakukan uji
antibakteri sebanyak lima replikasi dan aktivitas antibakteri ditunjukkan dari
terbentuknya zona hambat. Uji statistik dilakukan menggunakan Kruskal-Walis dan
Dunn test untuk mengetahui kelompok mana yang berbeda secara signifikan.
Hasil: Fraksi kloroform dengan konsentrasi 12,5 mg/ml, 50 mg/ml, 100 mg/ml, dan
200 mg/ml secara berurutan memiliki rata-rata diameter zona hambat yakni, (0?0
mm), (5,?4,3 mm), (0?0), dan (8,3?6,5). Rata-rata diameter zona hambat yang
terbentuk pada Cefotaxime adalah (26,7?3,6mm) dan pada DMSO tidak terbentuk
zona hambat. Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan dari
konsentrasi fraksi kloroofrm C. sinensis L, Cefotaxime dan DMSO (p-
Tidak tersedia versi lain