Text
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MATARAM
ABSTRAK
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA
MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS
KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MATARAM
Dianing Aluh Qomala1, Agustine Mahardika2, Pujiarohman2
1Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Mataram
2Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
Mataram
Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran sangat rentan mengalami stres. Stres
dapat menimbulkan beberapa perubahan baik secara emosi, perilaku, dan fisik.
Sehingga hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas tidur
mahasiswa. Kurangnya tidur pada mahasiswa biasanya akan berdampak pada
performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat
stres mahasiswa kedokteran terhadap kualitas tidurnya.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi yang dilakukan di Program
Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram
menggunakan desain Cross-sectional dengan melibatkan 153 mahasiswa dari
angkatan 2022, 2023, dan 2024. Tingkat stres dinilai menggunakan Perceived
Stress Scale-10 (PSS-10). Kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep
Quality Index (PSQI). Kuesioner diberikan secara daring melalui google form.
Sampel yang didapatkan pada penelitian ini sebanyak 153 mahasiswa. Data dari
kuesioner dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji korelasi Koefisien
Kontingensi.
Hasil: Sebanyak 106 (69.3%) mahasiswa memiliki tingkat stres sedang, 35
(22.9%) mahasiswa memiliki tingkat stres rendah, dan 12 (7.8%) mahasiswa
memiliki tingkat stres tinggi. Sebanyak 122 (79.7%) mahasiswa memiliki kualitas
tidur yang buruk dan 31 (20.3%) mahasiswa memiliki kualitas tidur yang baik.
Hasil uji Chi Square antara tingkat stres dengan kualitas tidur didapatkan nilai p=
0,000 (p
Tidak tersedia versi lain