Text
PERSEPSI PELAKU INFANTISIDA DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGIS: STUDI KASUS DI NUSA TENGGARA BARAT
ABSTRAK
infantisida masih menjadi isu forensik dan kesehatan mental yang kompleks,
terutama pada ibu dengan kerentanan psikologis yang tidak terdeteksi. Penelitian
ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika psikologis pelaku perempuan dalam
kasus pembunuhan bayi yang terjadi di Nusa Tenggara Barat. Pendekatan
kualitatif digunakan dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui
wawancara klinis mendalam, observasi perilaku, serta telaah hasil pemeriksaan
psikodiagnostik (proyektif, inventori kepribadian, dan asesmen fungsi kognitif).
Analisis tematik dilakukan mengacu pada kerangka Braun dan Clarke. Hasil
penelitian menemukan lima tema utama: (1) tekanan emosional akut yang memicu
disorganisasi kontrol diri; (2) ambivalensi terhadap bayi dan peran keibuan akibat
ketidakmatangan afektif dan stres pascapersalinan; (3) atribusi campuran antara
rasa tidak berdaya dan rasa bersalah yang kuat; (4) konflik intrapsikis yang
ditandai dominasi mekanisme pertahanan primitif dan standar moral tinggi; serta
(5) pengaruh trauma masa lalu dan stigma sosial budaya yang memperparah
isolasi psikologis subjek. Secara keseluruhan, kombinasi faktor individual,
situasional, dan kultural berkontribusi pada runtuhnya regulasi emosi dan
munculnya perilaku destruktif. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya
deteksi dini gangguan kesehatan mental perinatal dan dukungan sosial yang
memadai, serta urgensi pengembangan intervensi psikologi forensik berbasis
konteks budaya lokal untuk menurunkan residivisme dan meningkatkan
kesejahteraan ibu.
Kata kunci: infantisida, kesehatan mental perinatal, konflik intrapsikis, trauma,
studi kasus klinisvii
ABSTRACT
Infanticide remains a complex issue at the intersection of forensic psychology and
maternal mental health, particularly among mothers with undetected
psychological vulnerabilities. This study aims to explore the psychological
dynamics underlying a female perpetrator?s involvement in an infant homicide
case in West Nusa Tenggara, Indonesia. A qualitative single-case study design
was employed. Data were collected through in-depth clinical interviews,
behavioral observations, and a comprehensive review of psychodiagnostic
assessments (projective tests, personality inventories, and cognitive evaluations).
Thematic analysis was conducted following Braun and Clarke?s framework. The
findings identified five major themes: (1) acute emotional distress triggering a
breakdown of self-control; (2) ambivalence toward the infant and motherhood
roles driven by affective immaturity and postpartum stress; (3) mixed attribution
involving profound helplessness and moral self-condemnation; (4) intrapsychic
conflict characterized by dominant primitive defense mechanisms and rigid
superego standards; and (5) the exacerbating role of childhood trauma and
sociocultural stigma leading to increased psychological isolation. Collectively,
these factors illustrate how individual vulnerabilities, situational crises, and
cultural pressures converge, resulting in impaired emotional regulation and fatal
outcomes. This study highlights the need for early detection of perinatal mental
health problems, culturally grounded family-based support systems, and the
development of context-sensitive forensic psychological interventions to reduce
recidivism and improve maternal well-being.
Keywords: Infanticide, perinatal mental health, intrapsychic conflict, trauma,
clinical case study
Tidak tersedia versi lain