Text
STUDI ETNOMEDISIN RAMUAN PENYAKIT DIABETES MELITUS DI KECAMATAN WANASABA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
ABSTRAK
Angka kejadian kasus penyakit diabetes melitus di Kecamatan Wanasaba pada
tahun 2023 mencapai 2.581 kasus. Pengobatan tradisional menjadi alternatif yang
digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Wanasaba untuk mengobati penyakit
diabetes melitus. Pada etnis sasak, orang yang menyembuhkan penyakit disebut
belian. Akan tetapi pengetahuan belian yang digunakan dalam melakukan
pengobatan masih belum terinventarisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
karakteristik informan, komposisi, cara penggunaan dan pembuatan ramuan, serta
nilai penting tumbuhan pada ramuan penyakit diabetes melitus di Kecamatan
Wanasaba. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode snowball sampling dan
wawancara semi terstruktur yang mengacu kepada pedoman wawancara. Data
kualitatif yang didapatkan berupa karakteristik informan, komposisi, cara
pembuatan serta cara penggunaan ramuan. Data kuantitatif berupa nilai penting
tumbuhan diolah menggunakan parameter Cultural Significant Index (CSI) serta
Fidelity Level (FL). Berdasarkan hasil wawancara dengan 6 orang informan,
terdapat 27 spesies dari 18 famili tumbuhan yang digunakan untuk pembuatan
ramuan penyakit diabetes melitus dengan tiga gejala penyakit yaitu gejala kencing
manis basah, gejala kencing manis kering dan gejala gangren. Proses pembuatan
ramuan yaitu ditumbuk, direbus, dan diseduh. Terdapat cara penggunaan ramuan
yaitu diminum, dioles, dan dihirup. Nilai CSI tertinggi diantaranya sirih (Piper betle
L.) dengan nilai 24, kelapa (Cocos nucifera L.) dengan nilai 6,72 dan pinang (Areca
catechu L.) dengan nilai 4,56 . Nilai FL berkisar antara 33,33%-100%. Nilai FL
tertinggi gejala kencing manis basah dan gejala kencing manis kering yaitu kelapa
(Cocos nucifera L.) dengan nilai 33,33%. Nilai FL tertinggi gejala gangren yaitu
pinang (Areca catechu L.) dengan nilai 100%. Dari data nilai pemanfaatan tertinggi
perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk penyakit diabetes melitus dengan
gejala kencing manis basah, gejala kencing manis kering, dan gejala gangren yaitu
Piper batle L; Cocos nucifera L; dan Areca catechu L.
Kata kunci : belian, CSI, diabetes melitus, FL, Pengobatan tradisional
viiABSTRACT
The incidence of diabetes mellitus cases in Wanasaba District in 2023 will reach
2,581 cases. Traditional medicine is an alternative used by people in Wanasaba
District to treat diabetes mellitus. In the Sasak ethnic group, people who cure
illnesses are called belian. However, the belian knowledge used in carrying out
treatment has not yet been inventoried. The aim of this research was to determine
the characteristics of the informants, the composition, how to use and make the
concoction, as well as the importance of plants in concoctions for diabetes mellitus
in Wanasaba District. This research was conducted using the snowball sampling
method and semi-structured interviews referring to interview guidelines. The
qualitative data obtained consisted of the characteristics of the informant,
composition, method of making and how to use the concoction. Quantitative data
in the form of plant importance is processed using the Cultural Significant Index
(CSI) and Fidelity Level (FL) parametersBased on the results of interviews with 6
informants, there are 27 species from 18 plant families used to make herbal
medicine for diabetes mellitus with three symptoms of the disease, namely wet
diabetes symptoms, dry diabetes symptoms and gangrene symptoms. The process
of making the potion is pounded, boiled, and brewed. There are ways to use the
potion, namely drunk, smeared, and inhaled. The highest CSI values include betel
(Piper betle L.) with a value of 24, coconut (Cocos nucifera L.) with a value of 6.72
and areca nut (Areca catechu L.) with a value of 4.56. The FL value ranges from
33.33% -100%. The highest FL value for wet diabetes symptoms and dry diabetes
symptoms is coconut (Cocos nucifera L.) with a value of 33.33%. The highest FL
value for gangrene symptoms is areca nut (Areca catechu L.) with a value of 100%.
From the highest utilization value data, further research is needed for diabetes
mellitus with symptoms of wet diabetes, dry diabetes, and gangrene symptoms,
namely Piper batle L; Cocos nucifera L; and Areca catechu L.
Keywords : belian, CSI, diabetes mellitus, FL, traditional medicine
Tidak tersedia versi lain