Perpustakaan FKIK Unram

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of STUDI ETNOMEDISIN RAMUAN PENYAKIT KULIT DI
DESASEGALA ANYAR KECAMATAN PUJUT KABUPATEN
LOMBOK TENGAH
Penanda Bagikan

Text

STUDI ETNOMEDISIN RAMUAN PENYAKIT KULIT DI DESASEGALA ANYAR KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Eti Agustiani - Nama Orang;

STUDI ETNOMEDISIN RAMUAN PENYAKIT KULIT DI DESA
SEGALA ANYAR KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK
TENGAH
Eti Agustiani
ABSTRAK
Pengobatan tradisional masih sering digunakan oleh masyarakat di pedesaan salah
satunya di Kabupaten Lombok Tengah. Masyarakat di Desa Segala Anyar,
Kecamatan Pujut masih mempercayai pengobatan alternatif ke belian yang
menggunakan tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
karakteristik belian, komposisi bahan, cara pembuatan dan penggunaan, serta nilai
kepentingan suatu tanaman untuk pengobatan penyakit kulit oleh belian di Desa
Segala Anyar, Kecamatan Pujut. Pemilihan informan dilakukan dengan metode
snowball sampling diskriminatif dan wawancara secara semi-terstruktur
menggunakan pedoman wawancara yang berisi daftar pertanyaan. Analisis data
etnomedisin secara kuantitatif menggunakan perhitungan nilai, Index of Cultural
Significance (ICS) dan Fidelity Level (FL). Berdasarkan hasil wawancara dengan 7
orang informan, sebagian besar informan berjenis kelamin laki-laki,berusia di
bawah 60 tahun, berpendidikan SD dan bekerja sebagai petani. Untuk tumbuhan
yang digunakan terdapat 23 spesies dari 17 famili yang digunakan untuk pembuatan
ramuan penyakit kulit. Proses pembuatan ramuan, yaitu dengan cara ditumbuk,
dipotong, dikunyah, direbus dan diparut. Terdapat 4 cara penggunaan ramuan
penyakit kulit yaitu dioles, diminum, disembur dan ditiup. Bagian tanaman yang
digunakan yaitu daun, rimpang, buah, bunga, getah dan pangkal akar. Nilai ICS
yang tertinggi yaitu 96 pada tumbuhan kunyit (Curcuma longa L.) dan 84 pada
kencur (Kaempferia galanga L.). Nilai FL berkisar antara 4,7 -80%, nilai FL
tertinggi yaitu pada tumbuhan cabai (Capsicum frutescens L.) dengan nilai 80%
untuk kategori bisul.
Kata Kunci: Etnomedisin, Desa Segala Anyar, penyakit kulit, ramuan obat
tradisional, tanaman obat.viii
ETHNOMEDICINE STUDY OF SKIN DISEASE REMEDIES IN
SEGALA ANYAR VILLAGE, PUJUT DISTRICT, CENTRAL
LOMBOK REGENCY
Eti Agustiani
ABSTRACT
Traditional medicine is still widely practiced by rural communities, including those
in Central Lombok Regency. The people of Segala Anyar Village, Pujut District,
continue to trust traditional healers (belian) and utilize medicinal plants for
treatment. This study aims to identify the characteristics of the belian, the
composition of ingredients, methods of preparation and application, as well as the
cultural importance of medicinal plants used by belian in treating skin diseases in
Segala Anyar Village, Pujut District. Informants were selected using a
discriminative snowball sampling method, and data were collected through semistructured interviews guided by a questionnaire. Quantitative ethnomedicine data
were analyzed using the Index of Cultural Significance (ICS) and Fidelity Level
(FL). Based on interviews with seven informants, most were male, under 60 years
old, had an elementary school education, and worked as farmers. A total of 23 plant
species from 17 families were identified as being used in the preparation of
remedies for skin diseases. The preparation methods included pounding, slicing,
chewing, boiling, and grating. The remedies were applied in four ways: by topical
application, oral consumption, blowing, and spraying. The plant parts used included
leaves, rhizomes, fruits, flowers, latex, and root bases. The highest ICS value was
recorded for turmeric (Curcuma longa L.) at 96, followed by aromatic ginger
(Kaempferia galanga L.) at 84. The FL values ranged from 4.7% to 80%, with the
highest FL observed in chili (Capsicum frutescens L.) at 80% for treating boils.
Keywords: Ethnomedicine, Segala Anyar Village, skin diseases, traditional
medicinal herbs, medicinal plants.


Ketersediaan
#
Location name is not set Location name is not set
2026003
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
432
Penerbit
Mataram : Farmasi FKIK Unram., 2026
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
DTS 610 Eti s F.2026
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
SKRIPSI 2026
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FKIK Unram
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan FK Universitas Mataram menggunakan Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?