Text
STUDI ETNOMEDISIN RAMUAN PENYAKIT SALURAN CERNA DI DESA O?O, KECAMATAN DOMPU, KABUPATEN DOMPU
STUDI ETNOMEDISIN RAMUAN PENYAKIT SALURAN CERNA DI
DESA O?O, KECAMATAN DOMPU, KABUPATEN DOMPU
Kholillah Lailatil Qadri Salman
ABSTRAK
Penyakit saluran pencernaan memiliki prevalensi yang cukup tinggi serta
tergolong ke dalam penyakit yang penderitanya masih cukup banyak
menggunakan obat tradisional untuk penanganannya. Desa O?o merupakan salah
satu desa tertua yang terletak di wilayah Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu,
Nusa Tenggara Barat. Masyarakatnya masih banyak yang bergantung pada obatobatan tradisional untuk mengatasi penyakit, disebabkan oleh keterbatasan akses
ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas yang hanya ada satu, kepercayaan, serta
kondisi ekonomi yang tergolong menengah ke bawah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui karakteristik informan, komposisi, cara pembuatan, cara
penggunaan, dosis, frekuensi penggunaan, khasiat dan nilai kepentingan
tumbuhan dalam pengobatan penyakit saluran pencernaan. Penyakit yang menjadi
objek yaitu gastritis, konstipasi dan diare. Penelitian dilakukan dengan
menggunakan metode wawancara, observasi lapangan dan kajian literatur.
Kuantifikasi data menggunakan rumus Cultural Significance Index (CSI) dan
Fidelity Level (FL) untuk menghitung indeks nilai kepentingan tumbuhan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan 13 informan, terdapat 40 spesies dari 21
famili tumbuhan yang digunakan untuk pembuatan ramuan penyakit saluran
pencernaan. Cara pembuatan ramuan mayoritas direbus. Cara mengkonsumsi
ramuan dengan cara diminum dan dimakan langsung. Nilai CSI tertinggi yaitu
kunyit (Curcuma domestica Val.) sebesar 12 dan kopasanda (Chromolaena
odorata (L.) R.M.King & H.Rob.) sebesar 6. Kemudian untuk nilai FL tertinggi
kategori penyakit gastritis yaitu kunyit (Curcuma domestica Val.) sebesar 80%
dan kopasanda 80% (Chromolaena odorata (L.) R.M.King & H.Rob.), kategori
penyakit konstipasi terdapat bidara (Ziziphus mauritiana Lam.) sebesar 75%, dan
kategori penyakit diare terdapat jambu batu (Psidium guajava L.) sebesar 83,3%.
Kata kunci: Cultural Significance Index (CSI), Masyarakat di Desa O?o, Fidelity
Level (FL), Pengobatan tradisional, Penyakit saluran pencernaan.ix
ETHNOMEDICINE STUDY OF HERBAL FORMULATIONS FOR
GASTROINTESTINAL DISEASES IN O?O VILLAGE, DOMPU DISTRICT,
DOMPU REGENCY
Kholillah Lailatil Qadri Salman
ABSTRACT
Gastrointestinal diseases have a relatively high prevalence and are among
the conditions for which many patients still rely on traditional medicines. O?o
village is one of the oldest villages in Dompu District, Dompu Regency, West
Nusa Tenggara. Its community continues to depend heavily on traditional
remedies due to limited access to healthcare facilities there is only one primary
health center along with strong cultural beliefs and generally low to middle
economic conditions. This study aims to indentify informant characteristics, plant
composition, preparation methods, modes of use, dosage, frequency, therapeutic
effects, and the cultural importance value of plants used for treating
gastrointestinal diseases. The diseases examined include gastritis, constipation,
and diarrhea. The research was conducted through interviews, field observations,
and literature reviews. Data quantification employed the Cultural Significance
Index (CSI) and Fidelity Level (FL) to determine the importance value of each
plant. Based on interviews with 13 informants, 40 plant species from 21 families
were recorded as ingredients for gastrointestinal treatment. Most preparations
were made by boiling. The remedies were consumed by dringking or eating
directly. The highest CSI values were found in turmeric (Curcuma domestica Val.)
with a score of 12 and kopasanda (Chromolaena odorata (L.) R.M.King &
H.Rob.) with a score of 6. For Fl values, the highest for gastritis were turmeric
(80%) and kopasanda (80%); for constipation, bidara (Ziziphus mauritiana Lam.)
with 75%; and for diarrhea, guava (Psidium guajava L.) with 83,3%.
Keywords: Cultural Significance Index (CSI), Fidelity Level (FL), The
community in O?o Village, Traditional medicine, Gastrointestinal diseases.
Tidak tersedia versi lain