Text
EVALUASI PENGELOLAAN STOK OBAT KADALUWARSA DI INSTALASI FARMASI RSUD PATUH PATUT PATJU TAHUN 2023
EVALUASI PENGELOLAAN STOK OBAT KADALUWARSA
DI INSTALASI FARMASI
RSUD PATUH PATUT PATJU TAHUN 2023
Ninda Syaharani
ABSTRAK
Pengelolaan stok obat yang efektif dan efisien merupakan bagian penting dari
pelayanan kefarmasian di rumah sakit untuk menjamin ketersediaan obat yang
aman, bermutu, dan efektif. Obat kadaluwarsa dapat menyebabkan kerugian
ekonomi dan menurunkan kualitas pelayanan. Pada tahun 2023, RSUD Patuh Patut
Patju mencatat sebanyak 111 item obat kadaluwarsa (0,46%) dari total 23.637 item,
melebihi standar Kementerian Kesehatan RI (0%) namun masih berada di bawah
ambang batas WHO (<1%). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
pengelolaan stok obat kadaluwarsa di Instalasi Farmasi RSUD Patuh Patut Patju
tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan
pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari catatan mutasi stok obat, laporan
pemusnahan obat, serta wawancara dengan Kepala Instalasi Farmasi, petugas
administrasi, dan petugas gudang. Analisis dilakukan dengan menghitung
persentase obat kadaluwarsa dan membandingkan praktik pengelolaan dengan
standar Kementerian Kesehatan RI dan WHO. Hasil penelitian menunjukkan
terdapat 111 item obat kadaluwarsa (0,46%). Prosedur pemusnahan dan sebagian
aspek penyimpanan telah sesuai dengan standar. Namun, masih terdapat kelemahan
pada pelabelan obat yang mendekati kedaluwarsa, penerapan prinsip First Expired
First Out (FEFO) dalam distribusi, pelaporan berkala, serta monitoring dan evaluasi
rutin. Tidak ditemukan obat kadaluwarsa dari golongan narkotika dan psikotropika.
Kesimpulannya, pengelolaan obat kadaluwarsa di RSUD Patuh Patut Patju belum
optimal dan memerlukan perbaikan melalui pelabelan khusus, distribusi berbasis
FEFO secara konsisten, peningkatan koordinasi antarunit, serta monitoring rutin
untuk menekan risiko kadaluwarsa.
Kata kunci: Obat kadaluwarsa, Pengelolaan stok obat, Instalasi Farmasi, RSUD
Patuh Patut Patju.viii
EVALUATION OF EXPIRED MEDICINE STOCK MANAGEMENT
IN THE PHARMACY INSTALLATION OF
PATUH PATUT PATJU HOSPITAL IN 2023
Ninda Syaharani
ABSTRACT
Effective and efficient drug stock management is an essential component of
pharmaceutical services in hospitals, ensuring the availability of safe, high-quality,
and effective medicines. Expired drugs can cause economic losses and reduce
service quality. In 2023, Patuh Patut Patju Regional General Hospital recorded 111
expired drug items (0.46%) out of 23,637 total items, exceeding the Indonesian
Ministry of Health standard (0%) but still below the WHO threshold of less than
1%. This study aimed to evaluate the management of expired drug stocks at the
Pharmacy Installation of RSUD Patuh Patut Patju in 2023. A descriptive
observational design with a cross-sectional approach was applied. Data were
obtained from drug stock mutation records, drug disposal reports, and interviews
with the Head of the Pharmacy Installation, administrative staff, and warehouse
staff. Data analysis involved calculating the percentage of expired drugs and
comparing management practices to the standards set by the Indonesian Ministry
of Health and WHO. The results showed that 111 expired drug items (0.46%) were
identified. Disposal procedures and some storage practices were in accordance with
standards. However, weaknesses remained in labeling drugs nearing expiration,
implementing the First Expired First Out (FEFO) principle in distribution, periodic
reporting, and routine monitoring and evaluation. No expired narcotic or
psychotropic drugs were found. In conclusion, expired drug management at RSUD
Patuh Patut Patju was not fully optimal. Improvements are required through specific
labeling, consistent FEFO-based distribution, enhanced inter-unit coordination, and
regular monitoring to minimize the occurrence of expired drugs.
Keywords: Expired drugs, Stock management, Pharmacy Installation, RSUD
Patuh Patut Patju.
Tidak tersedia versi lain