Text
STUDI ETNOMEDISIN LO?I PA?I PIRI KHAS SUKU MBOJO DI KECAMATAN ASAKOTA KOTA BIMA
GHINA SALSABILA
STUDI ETNOMEDISIN LO?I PA?I PIRI KHAS SUKU MBOJO DI
KECAMATAN ASAKOTA KOTA BIMA
ABSTRAK
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk
pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Salah satunya adalah Lo?i Pa?i
Piri, ramuan khas suku Mbojo di Kecamatan Asakota, Kota Bima, yang masih
digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Namun, pengetahuan
mengenai komposisi, cara pembuatan, dosis, dan khasiatnya masih diwariskan
secara lisan sehingga berpotensi hilang. Penelitian ini bertujuan untuk
mendokumentasikan praktik etnomedisin Lo?i Pa?i Piri serta menganalisis tingkat
kepentingan spesies tumbuhan yang digunakan. Penelitian ini menggunakan
pendekatan etnografi dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Data penelitian
diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dan observasi partisipatif dengan
teknik snowball sampling. Analisis data menggunakan Cultural Significance
Index (CSI) dan Fidelity Level (FL). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7
informan yang terdiri atas 1 sando dan 6 peracik dengan 7 ramuan yang
mengandung 30 spesies tumbuhan dari 17 famili, dengan 11?19 spesies per
ramuan. Penggunaan ramuan ini umumnya diminum 200?250 mL sebanyak 2?3
kali sehari. Ditemukan 12 khasiat ramuan, paling banyak diyakini untuk
pemulihan luka pascaoperasi serta mengembalikan stamina dan kondisi tubuh
pascapersalinan. Nilai CSI tertinggi terdapat pada Nauclea orientalis L. (20),
sedangkan FL terkoreksi tertinggi pada Zingiber officinale Roscoe sebesar
100,0% dengan khasiat untuk meningkatkan imunitas dan Syzygium cumini (L.)
Skeels sebesar 83,3% dengan khasiat untuk pemulihan luka pasca operasi.
Penelitian ini menunjukkan Lo?i Pa?i Piri memiliki keanekaragaman spesies
tumbuhan dan khasiat yang berpotensi untuk dikaji lebih lanjut dalam
pengembangan obat berbahan alam.
Kata kunci: Etnomedisin, Kecamatan Asakota, Lo?i Pa?i Piri, Nilai kepentingan
tumbuhan, Suku Mbojoviii
GHINA SALSABILA
ETHNOMEDICINAL STUDY OF LO?I PA?I PIRI BY THE MBOJO
TRIBE IN ASAKOTA DISTRICT BIMA CITY
ABSTRACT
Indonesia has very high biodiversity, including the use of plants as traditional
medicine. One example is Lo?i Pa?i Piri, a traditional remedy of the Mbojo ethnic
group in Asakota District, Bima City, which is still used to treat various health
conditions. However, information regarding its composition, preparation, dosage,
and medicinal properties is orally transmitted and vulnerable to loss. This study
aimed to document the ethnomedicinal practices of Lo?i Pa?i Piri and analyze the
importance of the plant species used. This study employed an ethnographic
approach using qualitative and quantitative methods. Data were collected through
semi-structured interviews and participant observation using snowball sampling.
Data analysis used the Cultural Significance Index (CSI) and Fidelity Level (FL).
The results identified 7 informants consisting of 1 sando and 6 practitioners, with
7 herbal formulations containing 30 plant species from 17 families. Each
formulation consisted of 11?19 species and was generally consumed orally at
200?250 mL, 2?3 times daily. Twelve medicinal uses were identified, mainly for
post-operative wound recovery and restoration of stamina and physical condition
after childbirth. The highest CSI value was found in Nauclea orientalis L. (20),
while the highest corrected FL values were observed in Zingiber officinale Roscoe
(100.0%), which was used to enhance immunity, and Syzygium cumini (L.)
Skeels (83.3%), which was used for post-operative wound healing. This study
indicates the potential of Lo?i Pa?i Piri for further development of natural based
medicines.
Keywords: Ethnomedicine, Importance value of plant species, Asakota district,
Lo?i Pa?i Piri, Mbojo ethnic
Tidak tersedia versi lain