Perpustakaan FKIK Unram

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of STUDI ETNOMEDISIN LO?I PA?I PIRI KHAS SUKU MBOJO
DI KECAMATAN ASAKOTA KOTA BIMA
Penanda Bagikan

Text

STUDI ETNOMEDISIN LO?I PA?I PIRI KHAS SUKU MBOJO DI KECAMATAN ASAKOTA KOTA BIMA

Ghina Salsabila - Nama Orang;

GHINA SALSABILA
STUDI ETNOMEDISIN LO?I PA?I PIRI KHAS SUKU MBOJO DI
KECAMATAN ASAKOTA KOTA BIMA
ABSTRAK
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk
pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Salah satunya adalah Lo?i Pa?i
Piri, ramuan khas suku Mbojo di Kecamatan Asakota, Kota Bima, yang masih
digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Namun, pengetahuan
mengenai komposisi, cara pembuatan, dosis, dan khasiatnya masih diwariskan
secara lisan sehingga berpotensi hilang. Penelitian ini bertujuan untuk
mendokumentasikan praktik etnomedisin Lo?i Pa?i Piri serta menganalisis tingkat
kepentingan spesies tumbuhan yang digunakan. Penelitian ini menggunakan
pendekatan etnografi dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Data penelitian
diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dan observasi partisipatif dengan
teknik snowball sampling. Analisis data menggunakan Cultural Significance
Index (CSI) dan Fidelity Level (FL). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7
informan yang terdiri atas 1 sando dan 6 peracik dengan 7 ramuan yang
mengandung 30 spesies tumbuhan dari 17 famili, dengan 11?19 spesies per
ramuan. Penggunaan ramuan ini umumnya diminum 200?250 mL sebanyak 2?3
kali sehari. Ditemukan 12 khasiat ramuan, paling banyak diyakini untuk
pemulihan luka pascaoperasi serta mengembalikan stamina dan kondisi tubuh
pascapersalinan. Nilai CSI tertinggi terdapat pada Nauclea orientalis L. (20),
sedangkan FL terkoreksi tertinggi pada Zingiber officinale Roscoe sebesar
100,0% dengan khasiat untuk meningkatkan imunitas dan Syzygium cumini (L.)
Skeels sebesar 83,3% dengan khasiat untuk pemulihan luka pasca operasi.
Penelitian ini menunjukkan Lo?i Pa?i Piri memiliki keanekaragaman spesies
tumbuhan dan khasiat yang berpotensi untuk dikaji lebih lanjut dalam
pengembangan obat berbahan alam.
Kata kunci: Etnomedisin, Kecamatan Asakota, Lo?i Pa?i Piri, Nilai kepentingan
tumbuhan, Suku Mbojoviii
GHINA SALSABILA
ETHNOMEDICINAL STUDY OF LO?I PA?I PIRI BY THE MBOJO
TRIBE IN ASAKOTA DISTRICT BIMA CITY
ABSTRACT
Indonesia has very high biodiversity, including the use of plants as traditional
medicine. One example is Lo?i Pa?i Piri, a traditional remedy of the Mbojo ethnic
group in Asakota District, Bima City, which is still used to treat various health
conditions. However, information regarding its composition, preparation, dosage,
and medicinal properties is orally transmitted and vulnerable to loss. This study
aimed to document the ethnomedicinal practices of Lo?i Pa?i Piri and analyze the
importance of the plant species used. This study employed an ethnographic
approach using qualitative and quantitative methods. Data were collected through
semi-structured interviews and participant observation using snowball sampling.
Data analysis used the Cultural Significance Index (CSI) and Fidelity Level (FL).
The results identified 7 informants consisting of 1 sando and 6 practitioners, with
7 herbal formulations containing 30 plant species from 17 families. Each
formulation consisted of 11?19 species and was generally consumed orally at
200?250 mL, 2?3 times daily. Twelve medicinal uses were identified, mainly for
post-operative wound recovery and restoration of stamina and physical condition
after childbirth. The highest CSI value was found in Nauclea orientalis L. (20),
while the highest corrected FL values were observed in Zingiber officinale Roscoe
(100.0%), which was used to enhance immunity, and Syzygium cumini (L.)
Skeels (83.3%), which was used for post-operative wound healing. This study
indicates the potential of Lo?i Pa?i Piri for further development of natural based
medicines.
Keywords: Ethnomedicine, Importance value of plant species, Asakota district,
Lo?i Pa?i Piri, Mbojo ethnic


Ketersediaan
#
Location name is not set Location name is not set
2026019
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
448
Penerbit
Mataram : Farmasi FKIK Unram., 2026
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
DTS 610 Ghi s F.2026
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
SKRIPSI 2026
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan FKIK Unram
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan FK Universitas Mataram menggunakan Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?